Dalam kehidupan kekristenan saat ini, kita menemukan banyak kejanggalan dimana yang dianggap sebagai hamba Tuhan hanyalah para pendeta. Ada istilah yang menyesatkan dimana dikatakan kalau pendeta ialah “hamba Tuhan“, sedangkan orang yang lain dianggap sebagai “Anak Tuhan.
Entah darimana istilah yang menyesatkan ini muncul, padahal tidak semua pendeta adalah “hamba Tuhan”, banyak pendeta yang menjadi “hamba setan“, kerja mereka merampok uang jemaatnya, hidup dengan pola hidup yang “super mewah”, punya rumah mewah, mobil mewah dan sebagainya. (sementara para pekerjanya jalan kaki ke gerejanya karena tidak punya uang untuk naik bis atau kendaraan umum lainnya.)
Kalau pekerjanya yang susah saja tidak ditolong, bagaimana dengan jemaatnya yang miskin. Tapi itulah yang terjadi saat ini, khususnya di gereja pentakosta dan kharismatik, karena merasa persembahan dari jemaat adalah hak mereka, maka para pendeta ini dengan seenaknya menggunakan uang persembahan dari jemaat untuk kepentingan pribadinya (dan keluarganya).
Mimbar gereja dipenuhi dengan khotbah-khotbah tentang berkat-berkat yang diterima oleh sang pendeta. Padahal banyak jemaat memberikan perpuluhan atau persembahan dengan harapan digunakan untuk membantu saudara seiman yang kekurangan, bukan untuk memperkaya sang pendeta.
Kalau anda ingin mengetahui siapakah yang sebenarnya disebut sebagai hamba Tuhan, baca artikel dibawah ini. (klik judulnya)
SIAPAKAH SEBENARNYA HAMBA TUHAN?
Setelah membaca artikel ini, anda dapat menilai gembala/pendeta anda, apakah mereka dapat disebut sebagai “hamba Tuhan” atau sebagai “hamba setan“